Zhuge Liang sang Penemu Bakpao

Mungkin Anda masih ingat dengan film Shaolin yang dibintangi oleh fans Andy Lau, Nicholas Tse dan Jackie Chan yang diputar di bioskop beberapa waktu lalu. Selain mengagumi sosok Andy Lau yang malah semakin tampan di usia 50 tahun, ada hal yang patut diperhatikan bagi kalangan industry bakery yaitu peran bakpao sebagai makanan pokok pada masa perang.

Film yang bersetting pada awal abad ke-20 ini menceritakan tentang penjajahan orang Barat di Cina. Perang terjadi dimana-mana dan banyak korban berjatuhan. Pada jaman ini, bakpao menjadi makanan darurat bagi para pengungsi yang kelaparan. Bahkan, terdapat adegan pembuatan bakpao oleh sang juru masak Shaolin yang diperankan oleh Jackie Chan. Bakpao ini kemudian dijadikan kepada para korban melalui para biksu Shaolin.

Bakpao memang telah akrab dengan bangsa Cina sejak awal abad ke-3. Menurut legenda, bakpao diciptakan oleh Zhuge Liang, ahli strategi sekaligus perdana menteri kerajaan Shu pada masa Sam Kok (Tiga Kerajaan). Penggemar cerita Sam Kok tentu tidak asing dengan nama ini. Jika Anda pernah menonton film Red Cliff, Zhuge Liang adalah tokoh utama di film ini yang diperankan oleh Takeshi Kaneshiro.

Tokoh yang juga dikenal dengan nama Kong Ming ini juga dikenal sebagai penemu. Salah satunya adalah penggunaan udara panas untuk menerbangkan lampion yang dikenal dengan nama “Kong Ming lantern”. Prinsip ini juga menjadi dasar penemuan balon udara. Meskipun telah populer sebagai makanan tradisional bangsa Cina, tampaknya belum banyak yang menyadari bahwa Zhuge Lianglah yang bertanggungjawab atas terciptanya bakpao.

Asal Mula Bakpao
Penemuan bakpao bermula pada saat Zhuge Liang ditugaskan untuk menumpas pemberontak yang dipimpin oleh Meng Huo. Jika Meng Huo ditangkap dan dibunuh, maka akan ada banyak tokoh lain yang menggantikannya memimpin pasukan pemberontak. Akan lebih baik jika Zhuge Liang membujuk Meng Huo berpihak kepadanya. Oleh sebab itu, Zhuge Liang selalu melepaskan Meng Huo setelah berhasil menangkapnya selama 7 kali.

Pada penangkapan ketujuh, Zhuge Liang berhasil membunuh hampir semua pasukan Meng Huo. Keberhasilannya ini tidak membuatnya senang. “Jasaku sangat besar kepada negara, namun dosaku juga sangat besar kepada Surga. Semoga Surga berkenan mengampuniku karena aku hanya menjalankan kewajiban menjaga keamanan negara”.

Akhirnya Meng Huo menyerah dan mengikuti Zhuge Liang. Dalam perjalanan mereka kembali ke Cheng Du (Ibukota Shu), mereka harus melewati sungai yang selalu dilanda badai dan gelombang besar. Menurut Meng Huo, siapapun yang ingin melewati sungai ini harus mempersembahkan 50 kepala manusia kepada roh sungai.

Zhuge Liang yang sudah letih melihat pertumpahan darah menyuruh pasukannya memasak daging untuk dimasukkan ke dalam kue yang dibentuk menyerupai kepala manusia dari tepung terigu. Zhuge Liang bermaksud untuk menggantikan kepala manusia dengankue ini. Setelah mempersembahkan kue ini, Zhuge Liang, Meng Huo dan seluruh pasukan dapat melewati sungai dengan selamat.

Kue ini kita kenal sebagai bakpao (baozi), yang secara etimologi “bak” berarti babi (seperti pada nama bakpia, bakmi, bakcang) dan “pao” yang berarti roti. Sedangkan Manthou adalah bakpao tanpa isian yang dalam bahasa Mandarin berarti kepala orang barbar. Sekarang, meskipun banyak yang tidak mengetahui asal usulnya, bakpao telah populer di seluruh dunia sebagai salah satu makanan tradisional Cina. Posisi bakpao bahkan sanggup menggantikan nasi seperti yang terlihat pada film Shaolin.

Sumber : bccindonesia.com

This entry was posted in Tentang Roti. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s