Baguette, Si Panjang dari Perancis

Baguette (bæˈɡɛt/) adalah roti khas Prancis dengan bentuknya yang unik. Bentuknya memanjang menyerupai pentungan. Dibuat dengan resep yang sederhana dan sangat mendasar dalam pembuatan roti, cukup dengan tepung terigu berprotein tinggi, air dan garam. Baguette merupakan roti tradisional dari Perancis yang masih diminati hingga saat ini baik di daratan Eropa bahkan di seluruh dunia.

Membuat Baguette yang crispy crust adalah salah satu ciri keberhasilan seorang Baker. Baguette adalah roti favorit orang Perancis, berbeda dengan kegemaran orang Italia yaitu Ciabatta. Beberapa orang yang belum memahami berpendapat jika baguette adalah roti yang keras, padahal tekstur roti di bagian dalamnya empuk dan lembut dan memiliki aroma yang sangat menggugah selera.

Baguette yang sempurna dimulai dari proses pembuatannya, pemilihan tepung terigu yang tepat, suhu air dan juga proses pengadukannya. Adonan yang telah dibuat membutuhkan proses fermentasi yang tepat, bukan hanya pada waktunya tetapi juga tingkat kelembaban selama proses fermentasi. Penambahan ragi terkadang dilakukan baker untuk mempercepat proses fermentasi.  Bahkan seorang Baker dari Perancis mengatakan bahwa ketika Baguette selesai dipanggang, ada suara yang nyaring yang disebutnya dengan Nyanyian Baguette.

Tidak semudah ketika menikmati beberapa potong Baguette ketika sarapan sambil ditemani secangkir kopi, dibutuhkan minimal 6 jam untuk membuat sebuah Baguette. Di Perancis sebuah bakery memproduksi Baguette setiap hari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warganya tiap hari. Café, Restaurant dan Bakery selalu siap dengan baguette yang dibuat dalam beberapa ukuran. Ukuran yang standart memiliki diameter 5-6 cm dengan panjang 65 – 100 cm. Waktu yang paling tepat menikmati Baguette adalah 1-3 jam setelah dipanggang, Anda akan mendapat sensasi renyah di bagian kulit dan lembut bagian dalamnya.

Jika diperhatikan dengan seksama penampilan baguette sangatlah sexy, hal ini bisa dilihat dari tampak luarnya. Bekas guratan cutter dan teknik khusus sang Baker, yang berjumlah 3, 5 atau 7 guratan disesuaikan dengan panjang Baguette, merupakan salah satu tolok ukur kesempurnaan sebuah Baguette. Berbeda dengan roti tawar atau roti manis yang sangat popular di Indonesia, tekstur bagian dalam Baguette memiliki rongga-rongga yang besar tidak padat atau rapat. Hal ini dikarenakan proses fermentasi dan pemanggangan dalam suhu yang tinggi, hal ini juga yang menjadi syarat untuk menentukan Baguette disebut sempurna.

Saat ini di Indonesia, khususnya Jakarta tak sulit lagi menemukan Baguette. Jika sebelumnya hanya bisa ditemui di Hotel berbintang, saat  ini di bakery-bakery sudah menyediakan Baguette. Jika pergi ke supermarket atau hypermarket tepatnya di gerai khusus roti juga memproduksinya.

Baguette telah menjadi populer dan mudah ditemui. Kenali Baguette yang tepat dan selamat menikmati roti yang “sehat” khas Perancis ini!

Sumber : ratna.wina@oktomagazine.com

This entry was posted in Tentang Roti. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s